Bisa dibilang aku dengan tennis
seperti sahabat yang selalu melekat pada diriku. Sejak kecil aku sudah berlatih
tennis tepatnya kelas 2 SD umurku pada saat itu 7 Tahun. Sekolahku saat itu
adalah SDN 01 KARTOHARDJO MADIUN. Saat itu adalah saat aku sangat senang dengan
tennis setiap latian aku pasti semangat datangku juga lebih awal seandainya jam
15.00 latian dimulai jam 14.00 aku sudah dilapangan. Orang tuaku pun sangat mendukung
hobyku itu. Walaupun lelah latian terus itu tidak terasa karena banyak teman
dan pelatih yang sangat aku senangi. Pelatih
dari surabaya yang diundang khusus club.ku untuk melatih dimadiunpun
menambah semangatku.
Hasilnya aku memperoleh juara-juara dari
turnamen itu. Semua turnament dari tingkat Karasidenan, Provinsi, maupun
Nasional sudah pernah aku ikuti. Sampai puncaknya pada usiaku 10 Tahun aku
mendapat kabar gembira. Pada saat aku latian di lapangan tennis pelti kota
Madiun. Salah seorang sekretaris clubku Tante koni biasa aku panggil mengatakan
“ Nis, nama kamu tercantum di Tabloid Tennis Nasional “ Perasaan senang dan
terharu merasuki pikiranku. Setelah kubaca ternyata benar aku mendapatkan
peringkat 20 Nasional KU 10 PI. Betapa
senangnya aku dan kedua orangtuaku waktu
itu. Semangatku pun semakin berkobar.
Tetapi itu semua berubah setelah ayahku
dipindah tugaskan ke Ponorogo. Aku mengikuti ayahku dan menetap di Ponorogo. Dan
aku diterima di SDN 1 MANGKUJAYAN. Memang apabila dibandingkan dengan Madiun
cukup berbeda. Mulai dari cara melatih
maupun sekolahnya. Tetapi itu semua bukan masalah. Kedua orangtuaku mempunyai
ide agar tennis ku tidak menurun dengan tetap latian di Madiun. Syukurlah kedua
orangtuaku dengan ikhlas mengantarkan aku Ponorogo-Madiun 1 minggu sekali.
Kini usiaku menginjak 12 Tahun.
Sehingga aku mengikuti KU 12 PI. Semangatku tak padam namun aku mengurangi
turnamen-turnamen yang ada karena alhamdulilah aku diterima di Salah satu SMP
NEGERI 1 PONOROGO yang dikenal dengan SMP terfavorit di Ponorogo itu. Sehingga
aku harus menyeimbangkan antara tennis dan sekolahku.
Namun entah mengapa pelatihku dari
Surabaya yang akrab aku sapa dengan panggilan Mas Rois mengundurkan diri dari clubku. Dan karena itu
orangtuaku memutuskan untuk aku latian di Ponorogo saja. Dan aku mengiyakan
ajakan itu. Di Ponorogo aku dilatih oleh Pak Hartono. Beliau sangat sabar namun
sayangnya kami jarang dilatih fisik. Latian seminggu 3x (senin, rabu, jum’at ).
Hari harinya pun kunikmati dengan enjoy.
Setelah usiaku menginjak 14 tahun
dan aku pun kelas 9 SMP latianku pun sekarang hanya 1x seminggu. Dan jarang
sekali mengikuti turnamen semangatku pun sedikit luntur. Pada saat aku datang
kelapangan ternyata ada turnamen di Banyuwangi pada tanggal 1-5 November 2011.
Aku meminta izin kepada kedua orangtuaku untuk mengikuti turnamen itu dan
alhamdulilah diizinkan oleh kedua orangtuaku.
Pada tanggal 30 Oktober 2011 aku
berangkat dari Surabaya karena berangkat bersama teman-temanku dari Ngawi dan
Kediri. Dengan tidak sengaja pada saat aku kelapangan tennis Brawijaya Surabaya
untuk menemui teman-temanku. Aku bertemu dengan mas Rois pelatihku waktu di
Madiun. Akupun menyapa beliau. Setelah panjang lebar kami berbicara tak
kusangka ternyata Mas Rois mengajakku untuk latihan di Surabaya dengan
pelatih-pelatih yang tidak diragukan lagi kemampuannya. Dan yang mengejutkan
bebas biaya latihan dan mengikuti turnamen. Itu semua dibiayai UFO (sebuah
perusahaan ternama) yang sedang membutuhkan atlet untuk dibina agar bisa
menjadi atlet Nasional maupun Internasional. Akupun langsung menghubungi kedua
orangtuaku dan beliau menjawab “ ya nanti dibicarakan kalo kakak (yang dimaksud
aku ) udah pulang dari Banyuwangi “. Aku pun sangat senang mendengar berita
itu. Alhamdulilah di Banyuwangi aku mendapatkan juara 2 Tunggal Putri 14 Tahun
dan juara 3 Ganda Putri KU 14 PI dan aku berpasangan dengan Almira Rachmah dari
Kota Malang. Pada tanggal 6 November aku tiba Di kabupaten Ponorogo tercinta.
Keesokan harinya walupun di sekolah tugas menunggu namun aku tetap semangat.
Tidak lama setelah kepulanganku dari Banyuwangi Mas Rois sms ayahku yang isinya
“ Bagaimana pak yit ninis jadi tidak latihan disini ? nanti masalah sekolah
akan kami bantu pak mencari SMA di Surabaya lewat jalur Prestasi “. Setelah
ayahku menghubungi Mas Rois alhamdulilah kedua orangtuaku menyetujuinya. Sekarang
tinggal menunggu informasi lebih lanjut dari Mas Rois. Dengan ini membuatku
untuk lebih semangat dan giat belajar menyongsong UAN dan tidak lupa untuk giat
berlatih tennis.








0 komentar:
Posting Komentar