Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

TENNIS PERMAINKU SEKOLAH NOMOR SATU



 KARYA : NISRINA DWI FAJARRINI



                                    
         Bisa dibilang aku dengan tennis seperti sahabat yang selalu melekat pada diriku. Sejak kecil aku sudah berlatih tennis tepatnya kelas 2 SD umurku pada saat itu 7 Tahun. Sekolahku saat itu adalah SDN 01 KARTOHARDJO MADIUN. Saat itu adalah saat aku sangat senang dengan tennis setiap latian aku pasti semangat datangku juga lebih awal seandainya jam 15.00 latian dimulai jam 14.00 aku sudah dilapangan. Orang tuaku pun sangat mendukung hobyku itu. Walaupun lelah latian terus itu tidak terasa karena banyak teman dan pelatih yang sangat aku senangi. Pelatih  dari surabaya yang diundang khusus club.ku untuk melatih dimadiunpun menambah semangatku.
       Hasilnya aku memperoleh juara-juara dari turnamen itu. Semua turnament dari tingkat Karasidenan, Provinsi, maupun Nasional sudah pernah aku ikuti. Sampai puncaknya pada usiaku 10 Tahun aku mendapat kabar gembira. Pada saat aku latian di lapangan tennis pelti kota Madiun. Salah seorang sekretaris clubku Tante koni biasa aku panggil mengatakan “ Nis, nama kamu tercantum di Tabloid Tennis Nasional “ Perasaan senang dan terharu merasuki pikiranku. Setelah kubaca ternyata benar aku mendapatkan peringkat  20 Nasional KU 10 PI. Betapa senangnya aku  dan kedua orangtuaku waktu itu. Semangatku pun semakin berkobar.
        Tetapi itu semua berubah setelah ayahku dipindah tugaskan ke Ponorogo. Aku mengikuti ayahku dan menetap di Ponorogo. Dan aku diterima di SDN 1 MANGKUJAYAN. Memang apabila dibandingkan dengan Madiun cukup berbeda.  Mulai dari cara melatih maupun sekolahnya. Tetapi itu semua bukan masalah. Kedua orangtuaku mempunyai ide agar tennis ku tidak menurun dengan tetap latian di Madiun. Syukurlah kedua orangtuaku dengan ikhlas mengantarkan aku Ponorogo-Madiun 1 minggu sekali.
          Kini usiaku menginjak 12 Tahun. Sehingga aku mengikuti KU 12 PI. Semangatku tak padam namun aku mengurangi turnamen-turnamen yang ada karena alhamdulilah aku diterima di Salah satu SMP NEGERI 1 PONOROGO yang dikenal dengan SMP terfavorit di Ponorogo itu. Sehingga aku harus menyeimbangkan antara tennis dan sekolahku.
           Namun entah mengapa pelatihku dari Surabaya yang akrab aku sapa dengan panggilan Mas Rois  mengundurkan diri dari clubku. Dan karena itu orangtuaku memutuskan untuk aku latian di Ponorogo saja. Dan aku mengiyakan ajakan itu. Di Ponorogo aku dilatih oleh Pak Hartono. Beliau sangat sabar namun sayangnya kami jarang dilatih fisik. Latian seminggu 3x (senin, rabu, jum’at ). Hari harinya pun kunikmati dengan enjoy.
             Setelah usiaku menginjak 14 tahun dan aku pun kelas 9 SMP latianku pun sekarang hanya 1x seminggu. Dan jarang sekali mengikuti turnamen semangatku pun sedikit luntur. Pada saat aku datang kelapangan ternyata ada turnamen di Banyuwangi pada tanggal 1-5 November 2011. Aku meminta izin kepada kedua orangtuaku untuk mengikuti turnamen itu dan alhamdulilah diizinkan oleh kedua orangtuaku.
            Pada tanggal 30 Oktober 2011 aku berangkat dari Surabaya karena berangkat bersama teman-temanku dari Ngawi dan Kediri. Dengan tidak sengaja pada saat aku kelapangan tennis Brawijaya Surabaya untuk menemui teman-temanku. Aku bertemu dengan mas Rois pelatihku waktu di Madiun. Akupun menyapa beliau. Setelah panjang lebar kami berbicara tak kusangka ternyata Mas Rois mengajakku untuk latihan di Surabaya dengan pelatih-pelatih yang tidak diragukan lagi kemampuannya. Dan yang mengejutkan bebas biaya latihan dan mengikuti turnamen. Itu semua dibiayai UFO (sebuah perusahaan ternama) yang sedang membutuhkan atlet untuk dibina agar bisa menjadi atlet Nasional maupun Internasional. Akupun langsung menghubungi kedua orangtuaku dan beliau menjawab “ ya nanti dibicarakan kalo kakak (yang dimaksud aku ) udah pulang dari Banyuwangi “. Aku pun sangat senang mendengar berita itu. Alhamdulilah di Banyuwangi aku mendapatkan juara 2 Tunggal Putri 14 Tahun dan juara 3 Ganda Putri KU 14 PI dan aku berpasangan dengan Almira Rachmah dari Kota Malang. Pada tanggal 6 November aku tiba Di kabupaten Ponorogo tercinta. Keesokan harinya walupun di sekolah tugas menunggu namun aku tetap semangat. Tidak lama setelah kepulanganku dari Banyuwangi Mas Rois sms ayahku yang isinya “ Bagaimana pak yit ninis jadi tidak latihan disini ? nanti masalah sekolah akan kami bantu pak mencari SMA di Surabaya lewat jalur Prestasi “. Setelah ayahku menghubungi Mas Rois alhamdulilah kedua orangtuaku menyetujuinya. Sekarang tinggal menunggu informasi lebih lanjut dari Mas Rois. Dengan ini membuatku untuk lebih semangat dan giat belajar menyongsong UAN dan tidak lupa untuk giat berlatih tennis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut